Dulu waktu gw kecil sering sekali memperhatikan tingkah laku Ayah gw setiap hari, yah dirumah yang bisa gw perhatiin cuman Ayah gw, Ibu gw selalu gak ada dirumah karena repot mengurus Rumah makan taman nya yang ramai itu.
Gw suka memerhatikan kebiasaan Ayah gw dari hal kecil, contohnya saja Ayah gw sangat suka sarapan nasi, dengan telor ceplok dan mentega. Ada juga satu hal yang waktu kecil gw sangat penasaran dengan kebiasaan ayah gw. Di lemari selalu ada 2 jenis kopi yang selalu ada, yaitu "Arabian Coffee" dan juga kopi "Luwak". Setiap pagi ayah gw selalu sebelum berangkat kerja meminum "Arabian Coffee", sedangkan bila malam hari dia selalu menyeduh Kopi Luwak. Gw penasaran dengan rasa kopi itu. Selalu saja tiap awal bulan ada pak pos yang mengantarkan paket kopi itu yang selalu dibeli dari luar kota. Ketika gw mencoba kopi itu terasa sangat pahit, gw bingung kenapa ayah gw suka dengan minuman yang rasat nya pahit begini. Makanya gw tanyakan kepada ayah gw.
"Kok suka sih minum yang rasanya pahit gini?"
"Entar kalo dah dewasa juga bakal ngerti kok kenapa ayah suka minum minuman yang pahit begini"
Ayah gw selalu menjawab yang membuat gw bingung, dia gak pernah menjawab secara langsung, tetapi selalu memberi jawaban yang akan membuat gw harus mencari jawaban itu sendiri, dengan cara gw sendiri.
Sejak saat itu gw sangat ingin merasakan gimana rasanya menjadi dewasa, gw ingin mencoba gimana rasa kopi itu bisa gw senangi ketika gw dewasa, "Apakah rasa kopi berubah saat dewasa?"
Tapi hingga sekarang gw masih belum bisa merasakan perbedaan kopi itu. "Apakah gw belum menjadi dewasa ?"
Begitu juga dengan kisah tentang ibu gw.
Saat kecil gw sangat tidak merasakan kasih sayang seorang ibu, sangat berbanding terbalik dengan cerita-cerita teman-teman gw yang selalu beradu membanggakan ibu mereka masing-masing. Gw hanya bisa diam. Tetapi sejelek-jeleknya hubungan gw dengan ibu gw, gw yakin ibu gw masih mengakui keberadaan gw sebagai anaknya. Begitu juga dengan kue yang selalu dibuat ibu gw di minggu pagi.
Setiap minggu pagi Rumah Makan Taman milik ibu gw selalu ramai dari hari biasanya, jadilah selama seharian ibu gw gak akan ada dirumah. Dan bila hari minggu gw selalu bangun siang karena cuman hari ini bagi kita bisa menikmati yang namanya tidur sepuasanya. Bila gw bangun di minggu pagi, selalu ada kue yang tersedia di meja makan. Kadang kue bolu, resoles, bubur sum-sum, ataupun brownies khas buatan ibu gw yang selalu gw suka.
Hingga sekarang gw masih ingin sekali mengucapkan "Terima Kasih" untuk "Sunday Cake" spesial buatan ibu gw. Tapi memang Tuhan memiliki caranya sendiri, hingga sekarang gw belum pernah mengucapkannya
A Litlle Cup Coffee and Sunday Cake
08.56 |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar