yah lagi-lagi aku terbangun didini hari, gak tau kenapa lagi-lagi ini mata meneteskan air mata. Aku juga masih belum tau alasan kenapa malam ini mataku meneteskan air mata dengan derasnya. Cengeng banget ya gw jadi cowok. Padahal dulunya gw nakal dan usil banged,kenapa setahun ini hidup gw berubah menjadi melow. Padahal dalam hitungan hari lagi umurku genap jadi 20 Tahun, wah aku gak menyangka akan menjadi OGRE yang berkepala 2 juga akhirnya. Yap ini akan jadi Tahun ke-2 aku merayakan ULTAH aku dengan sangat suram. Seperti tahun kemarin, hanya ada ucapan ultah dari teman-teman aku saja, dimana keluargaku sebenarnya ??
Jadi ingat dulu waktu masih SMP masih suka tukeran kado sama papah aku, ya karena kami berulang tahun ditanggal yang sama, alhasil kami merayakan ultahpun bersama pula. Kado yg paling gw inget saat gw masih kelas 6SD. Pada saat itu lagi baru-barunya otopet, alhasil di ultah aku dibelikan sebuah otopet oleh papah. Tetapi aku hanya memberikan sebuah Alat cukur kumis untuk ayahku. Ya memang tak begitu berharga, tapi saat itu papah aku berkata "Wah kok hairul tau papah pengen punya alat cukur" . Gw masih bingung papah aku blang begitu, bukankah itu hanya alat cukur murah yang harganya hanya berkisar 20ribuan, ya bagi anak SD seperti aku butuh beberapa hari menabung uang jajan untuk membeli alat cukur itu. Dan gw baru sadar ketika ayahku meninggal 14 Feb 2010 lalu, saat aku sedang membuka lemari pakaian ayahku, aku melihat alat cukur itu masih berdiri kokoh didalam kotak kaca didalam lemari itu. Drastis gw menangis terisak-isak saat itu. Mungkin umur alat cukur itu sudah hampir 7tahun tapi seakan-akan baru saja habis dibeli didalam kotak kaca itu. Sial, kenapa papah sebegitunya menyimpan hadiah-hadiah aku. Sedangkan otopet yang papah belikan rusak hanya dalam jangka waktu beberapa bulan karena aku pake buat atraksi dan banting-banting karena aku tak mahir-mahir juga memakainya. Baru kusadari sekarang betapa bodohnya diriku yah. "Apakah ultahku tahun ini akan sama saja dengan tahun kemarin?" kataa itu yang selalu saja terulang dalam benakku. Apalagi ditambah sekarang aku masih terkulai lemas diatas kasur hijau dan sebuah selang yang menancap tajam dippergelanganku. Sial benar, tak ada yang pernah peduli dengan keadaanku. Ya memang aku tidak pernah berarti di hidup orang lain. Aku selalu saja hanya menjadi pemeran figura dalam setiap skenario-skenario kehidupan orang lain. Yang bila suatu saat gw menghilang, tak akan pernah berdampak apapun bagi orang lain. Karena gw masih belum memiliki orang-orang yang benar menyayangi gw.
Tragis memang menjalani kehidupan seperti ini, disaat aku terdampar seperti ini saja hanya teman setia sejak balita yang menemani aku dimalam ini. Ingin banged gw mengakhiri semua perjalanan yang pahit ini, Pengeeeen banged ada cahaya yang membawa gw keluar dari gelap ini.
0 komentar:
Posting Komentar